Minggu, Maret 8, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUIndonesia Masuk Zona Merah Ketergantungan Gadget di Dunia

Indonesia Masuk Zona Merah Ketergantungan Gadget di Dunia

Jakarta – Indonesia resmi dinobatkan sebagai negara dengan penggunaan perangkat mobile tertinggi di dunia. Temuan ini tercantum dalam laporan State of Mobile 2024 oleh Data.ai, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 6,05 jam per hari menggunakan ponsel sepanjang 2023. Angka ini mengungguli Thailand (5,64 jam) dan Argentina (5,33 jam).

Meski sempat turun tipis dari tahun sebelumnya (6,14 jam), penggunaan harian tersebut tetap menunjukkan tingkat ketergantungan yang mengkhawatirkan. CNBC Indonesia mencatat, sepanjang 2023 Indonesia mencatat total 415 miliar jam penggunaan aplikasi mobile, menempatkannya di posisi ketiga dunia setelah India dan Amerika Serikat.

Kekhawatiran Serius: Dampak Sosial, Kesehatan, hingga Produktivitas

Para ahli teknologi dan psikologi menilai predikat ini bukanlah sesuatu yang patut dirayakan. Justru, angka tersebut menjadi tanda bahaya bagi masyarakat Indonesia yang semakin terjebak dalam kecanduan gadget.

Ketergantungan perangkat mobile dinilai dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan mental, kualitas hubungan sosial, hingga tingkat produktivitas nasional.

“Predikat nomor satu ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi kita semua. Ketergantungan pada gadget dapat berujung pada darurat kesehatan mental dan sosial,” ujar seorang pakar teknologi.

Perubahan Perilaku Masyarakat

Penggunaan perangkat mobile berlebihan turut mengubah pola perilaku masyarakat. Banyak orang lebih sibuk menatap layar ketimbang membangun komunikasi langsung dengan keluarga atau teman. Kondisi ini menimbulkan penurunan kualitas interaksi sosial dan meningkatnya rasa isolasi.

Ahli juga menilai bahwa gadget dapat menjadi distraksi yang menurunkan fokus dan produktivitas, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan.

Langkah Bijak Mengurangi Ketergantungan Gadget

Untuk menghindari dampak serius dari penggunaan gadget yang berlebihan, para pakar memberikan sejumlah rekomendasi yang dapat diterapkan oleh pemerintah maupun masyarakat, antara lain:

  1. Meningkatkan kesadaran literasi digital agar masyarakat bijak dalam menggunakan teknologi.
  2. Menerapkan aturan pembatasan gadget di sekolah dan tempat kerja.
  3. Memperkuat interaksi sosial tanpa melibatkan perangkat digital.
  4. Mendorong aktivitas sehat seperti olahraga, seni, atau kegiatan komunitas.
  5. Melakukan kampanye publik untuk mengingatkan bahaya kecanduan gadget.

Membangun Kebiasaan yang Lebih Sehat

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan dapat mengurangi risiko menjadi bangsa yang terlalu bergantung pada teknologi. Predikat pengguna gadget tertinggi dunia harus menjadi dorongan untuk membangun budaya digital yang lebih sehat, produktif, dan seimbang.(ZK-Net)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir