Minggu, Maret 8, 2026
Google search engine
BerandaPemprov KaltengWamendiktisaintek Tinjau Lokasi Calon Pembangunan Sekolah Garuda di Kobar

Wamendiktisaintek Tinjau Lokasi Calon Pembangunan Sekolah Garuda di Kobar

Zona Kalimantan, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah  berketad  menghadirkan Sekolah Unggul Garuda  dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Bumi Tambun Bungai.

Penegasan  itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, dalam kunjungan peninjauan lokasi calon pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (14/2/2026).

‎Reza menyampaikan bahwa kehadirannya mendampingi Wakil Menteri dalam memastikan kesiapan lahan yang direncanakan menjadi lokasi sekolah unggulan tersebut.

‎“Tanah ini memang telah disiapkan dan saat ini sedang dalam proses hibah dari kepemilikan pribadi kepada Pemerintah Provinsi, nantinya dapat diteruskan hingga dihibahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi untuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda,” ujar Reza.

Lokasi tersebut dinilai sangat strategis, baik dari sisi aksesibilitas maupun stabilitas wilayah. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk komitmen Bupati setempat, menjadi nilai tambah yang memperkuat optimisme bahwa sekolah ini dapat benar-benar terwujud di Kalteng.

‎Lebih lanjut, Reza memaparkan bahwa keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Kawasan konservasi yang telah dikenal hingga mancanegara itu dinilai dapat menghadirkan efek berganda (multiplier effect), baik dalam aspek pendidikan, penelitian, maupun penguatan citra daerah di tingkat internasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang adil sekaligus kompetitif.

‎“Namun Presiden melihat perlunya sekolah khusus untuk mengakomodir anak-anak berprestasi. Seperti dalam olahraga, semua orang perlu sehat dan bisa berlari, tetapi ada yang diberi pelatihan khusus agar menjadi atlet peraih medali emas. Di bidang pendidikan, itulah Sekolah Garuda,” jelasnya.

‎ Stella menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah rusak tetap menjadi prioritas nasional. Bahkan, anggaran revitalisasi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencapai Rp19,7 triliun tahun lalu, jauh lebih besar dibandingkan total anggaran Sekolah Garuda yang hanya sekitar Rp2 triliun.

Stella menambahkan bahwa hingga 2029, Sekolah Garuda baru akan dibangun sebanyak 20 unit di seluruh Indonesia. Artinya, tidak semua provinsi akan mendapatkan sekolah tersebut. Penentuan lokasi mempertimbangkan akses, kekhususan wilayah, dan potensi pengembangan keunggulan lokal.

‎“Yang paling penting, alamnya tetap terjaga. Jangan sampai pembangunan sarana prasarana justru merusak kekayaan alam yang menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (Mar)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir