Selasa, September 1, 2026
Google search engine
BerandaPemprov KaltengGubernur Hadiri Perayaan 25 Tahun Tahbisan Uskup Aloysius Maryadi, Tegaskan Pentingnya Kerukunan...

Gubernur Hadiri Perayaan 25 Tahun Tahbisan Uskup Aloysius Maryadi, Tegaskan Pentingnya Kerukunan di Kalteng

Zona Kalimantan, Palangka Raya  – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Tahbisan Uskup yang digelar di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa dalam memperingati 25 tahun atau ulang tahun perak tahbisan Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F sebagai Uskup Palangka Raya yang telah mengabdikan diri melayani umat dan masyarakat Kalimantan Tengah selama seperempat abad.

Perayaan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri berbagai tokoh agama, unsur pemerintah, serta masyarakat yang memberikan penghormatan atas dedikasi Uskup Aloysius Maryadi dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di Bumi Tambun Bungai.

Dalam sambutannya, Uskup Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka yang merupakan Uskup kedua Keuskupan Palangka Raya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya selama 25 tahun di Kalimantan Tengah.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu hal yang paling berkesan selama menjalankan pelayanan adalah kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama yang tumbuh di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.

“Selama 25 tahun mengabdi di Bumi Tambun Bungai, kesatuan dan kekeluargaan dengan agama lainnya sungguh sangat terlihat. Toleransi yang kuat ini menjadi cerminan Kalteng Berkah dan Kalteng Sejahtera yang perannya sangat nyata,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terus terjaga menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Uskup Aloysius Maryadi yang selama ini tidak hanya melayani umat Katolik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Kalimantan Tengah.

Menurut Gubernur, tokoh agama memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat nilai-nilai moral, serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

“Oleh karena itu, peran tokoh agama termasuk Uskup sangat kita hormati dan hargai, khususnya dalam memberdayakan umat, menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat nilai-nilai moral masyarakat, serta menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dalam momentum tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk terus menjaga dan merawat kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan daerah.

Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang harus menjadi modal utama dalam membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat menuju Indonesia Emas.

“Marilah kita bersama-sama hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang. Semangat Huma Betang dalam bingkai NKRI merupakan pondasi utama pembangunan dan kebersamaan dalam keberagaman,” tegasnya. (Mar)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Banner Vertikal

Paling Populer

Komentar Terakhir