Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Jalan poros milik perusahaan yang menghubungkan belasan desa di wilayah Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun dengan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, hingga kini masih menjadi satu-satunya akses utama masyarakat setempat.
Meski perusahaan yang mengelola jalan tersebut tidak lagi beroperasi, masyarakat tetap bergantung pada jalur itu untuk membeli kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), gas LPG, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.
Anggota DPRD Seruyan, Citra Yudha DJ. Itam, mengatakan jika jalan poros itu rusak atau terputus, maka aktivitas masyarakat di wilayah hulu akan terdampak secara langsung.
Menurutnya, warga di 14 desa yang selama ini menjadi desa binaan PT Erna Djuliawati lebih memilih berbelanja ke Kabupaten Melawi, karena jarak tempuh yang lebih dekat serta akses jalan lebih mudah.
“Jalan poros perusahaan memang menjadi satu-satunya akses warga menuju Kabupaten Melawi. Namun saat ini karena perusahaan tidak lagi beroperasi, maka jalan tersebut tidak lagi mendapatkan pemeliharaan secara rutin,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dari total 14 desa tersebut, 12 desa berada di Kecamatan Seruyan Hulu, sedangkan dua desa lainnya berada di Kecamatan Suling Tambun.
Citra Yudha menegaskan, keberadaan jalan poros perusahaan bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah hulu.
Melalui akses tersebut, masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli sembako, BBM, gas LPG, hingga mengangkut hasil pertanian dan keperluan lainnya.
Karena itu, ia berharap pemeliharaan jalan tetap dapat dilakukan meskipun perusahaan sudah tidak lagi beroperasi.
Apabila akses tersebut sampai terputus akibat kerusakan jalan, dikhawatirkan distribusi kebutuhan pokok menuju belasan desa akan terganggu dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau jalan ini putus, tentu masyarakat akan kesulitan mendapatkan sembako, BBM, gas LPG, dan berbagai kebutuhan lainnya. Dampaknya akan sangat besar bagi warga di wilayah hulu,” katanya.
Selain menopang aktivitas ekonomi, jalan poros tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung akses pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Tidak sedikit warga yang bergantung pada layanan kesehatan di Kabupaten Melawi.
“Harapan masyarakat sederhana, meskipun perusahaan sudah tidak lagi beroperasi, akses jalan ini tetap bisa dipelihara agar aktivitas warga di wilayah hulu tetap berjalan lancar dan kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi, serta akses layanan kesehatan bisa dengan mudah di jangkau, ” imbuhnya.
Selain itu, yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah, bahwa desa – desa di Kecamatan Seruyan Hulu mulai Desa Tusuk Belawan hingga Tanjung Paku dan sebagian desa di jalur sungai Manjul belum tersedia jalan antar desa.
“Hanya ada akses jalan yang di bangun perusahaan, itupun jaraknya jauh, tidak terhubung secara langsung antar desa dan tidak ada lagi perawatannya lantaran perusahaan sudah tidak operasional, “ jelasnya.
Politisi Partai Gerindra ini berharap, agar UPTD Alat Berat yang di tempatkan di Desa Tumbang Manjul, dapat menjangkau pemeliharaan jalan-jalan desa tersebut, agar konektivitas antarwilayah semakin baik, serta aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar bagi masyarakat di Kecamatan Seruyan Hulu dapat berjalan dengan lancar. (Wln)

