Selasa, September 1, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUDinkes Seruyan Imbau Warga Waspada ISPA Saat Musim Kemarau, Perbanyak Minum Air...

Dinkes Seruyan Imbau Warga Waspada ISPA Saat Musim Kemarau, Perbanyak Minum Air Putih dan Gunakan Masker

Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Cuaca kering, suhu yang lebih panas, serta meningkatnya debu dan paparan asap dinilai dapat memicu gangguan saluran pernapasan pada semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Ruspandian Noor, mengatakan masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan berdebu, serta mencukupi kebutuhan cairan setiap hari.

“Di situasi kondisi saat ini, kondisi kita lagi musim kemarau, jadi kami harapkan kepada masyarakat, lebih waspada dengan penyakit ISPA. Perbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi kita, sehingga daya tahan tubuh kita bisa bertahan di situasi seperti sekarang ini,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.

Selain menggunakan masker, Dinkes Seruyan juga menganjurkan masyarakat mengonsumsi sekitar dua liter air putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.

Asupan cairan yang cukup dinilai penting untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus meningkatkan daya tahan terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau.

Tak hanya ISPA, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, saat memasuki masa peralihan musim, risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), berpotensi meningkat apabila lingkungan tidak terjaga dengan baik.

Ruspandian Noor menjelaskan, hingga saat ini kasus ISPA di Kabupaten Seruyan masih dalam kategori aman. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena pengalaman pada musim kemarau sebelumnya menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap dapat menyebabkan peningkatan penyakit akibat kualitas udara yang memburuk.

Menurutnya, Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi melalui Puskesmas beserta jaringannya dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan ISPA.

Selain itu, stok masker juga telah disiapkan untuk dibagikan apabila terjadi kabut asap di wilayah yang terdampak.

“Melalui Puskesmas dan jaringannya kita terus memberikan sosialisasi ke masyarakat, termasuk masker kita siapkan. Apabila ada wilayah yang terdampak adanya kabut asap, kita siap bagikan ke masyarakat,” tandasnya. (Wln)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Banner Vertikal

Paling Populer

Komentar Terakhir