Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungannya, menjadi pesan sederhana namun penuh dengan makna.
Pesan itu disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Pematang Limau, Bripka Yohanes Werren, saat menyambangi para pelajar di wilayah setempat.
Tidak sekadar hadir untuk menjalin kedekatan, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbicara langsung dengan anak-anak mengenai bahaya bullying atau perundungan.
Di hadapan para pelajar, Bripka Yohanes mengingatkan bahwa bullying bukanlah sekadar candaan. Ejekan, hinaan, pengucilan, ancaman, hingga tindakan yang sengaja menyakiti teman dapat meninggalkan dampak bagi korban.
Karena itu, para siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam menjaga perkataan dan perbuatan. Perbedaan fisik, kemampuan, kondisi keluarga maupun karakter seorang teman tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjadikannya bahan ejekan.
“Jangan menjadikan kekurangan atau perbedaan teman sebagai bahan untuk mengejek. Kita harus saling menghargai dan saling mengingatkan. Kalau melihat teman menjadi korban bullying, jangan ikut diam, tetapi sampaikan kepada guru atau orang yang dipercaya,” ujar Bripka Yohanes, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, menciptakan sekolah yang nyaman bukan hanya tugas guru dan orang tua. Para siswa juga memiliki peran besar dalam membangun suasana pertemanan yang sehat melalui sikap saling menghormati dan membantu.
“Sekolah harus menjadi tempat untuk belajar dan bertumbuh bersama. Mari ciptakan lingkungan yang membuat semua teman merasa aman, nyaman, dan dihargai,” tambahnya.
Bagi Bripka Yohanes, pendekatan kepada generasi muda tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Berinteraksi langsung, mendengarkan dan memberikan pemahaman dengan bahasa yang dekat dengan anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran sejak dini.
Kegiatan sambang dan edukasi tersebut sekaligus menjadi upaya Bhabinkamtibmas Polres Seruyan untuk membangun kedekatan dengan pelajar sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah, aman dan bebas dari perundungan.
Sebab, mencegah bullying tidak cukup hanya dengan mengatakan “jangan mengejek”. Lebih dari itu, dibutuhkan keberanian untuk saling mengingatkan, kepedulian untuk tidak membiarkan teman menjadi korban, serta kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan tumbuh tanpa rasa takut.
“Jadilah teman yang membuat orang lain merasa aman, bukan takut, “ tutupnya. (Red)

