Minggu, Maret 8, 2026
Google search engine
BerandaKalimantan TengahPemkab Murung RayaPemkab Murung Raya Gelar Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana Bersama ULM

Pemkab Murung Raya Gelar Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana Bersama ULM

Murung Raya, Zona Kalimantan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Kegiatan yang berlangsung di Aula DAD Kabupaten Murung Raya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, mewakili Bupati Heriyus.

Sosialisasi diikuti oleh para Kepala Desa, Lurah, Camat se-Murung Raya, serta perangkat daerah terkait. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan perencanaan mitigasi bencana di seluruh wilayah kabupaten.

Ketua Tim ULM, Hairudinor, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut.

“Kolaborasi ini menjadi kebanggaan bagi kami karena dapat berkontribusi dalam penguatan mitigasi bencana di Murung Raya. Semoga membawa manfaat besar bagi kedua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menjelaskan bahwa penyusunan KRB harus dilakukan secara terencana dan berbasis data.

“Kami menyiapkan data, peta risiko, serta identifikasi wilayah rawan di desa, kelurahan, dan kecamatan. Beberapa desa juga telah diberikan pelatihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” jelasnya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Wabup Rahmanto, pemerintah menegaskan bahwa Murung Raya merupakan daerah kaya sumber daya alam tetapi juga memiliki potensi bencana beragam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan.

“Pencegahan dan mitigasi tidak boleh hanya menjadi reaksi setelah bencana terjadi. Ini harus menjadi prioritas utama,” tegas Rahmanto.

Ia menambahkan bahwa dokumen Kajian Risiko Bencana memiliki posisi strategis sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

“KRB adalah landasan ilmiah yang membantu menentukan wilayah berisiko tinggi dan wajib diintegrasikan dalam RPJPD, RPJMD, hingga RKPD,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wabup mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif terlibat.

“Penanggulangan bencana adalah urusan kita bersama. Saya berharap semua peserta berperan aktif, berbagi data, informasi, dan pengalaman demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (ZK-red)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir