Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUAwal Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026, NU dan Pemerintah...

Awal Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026, NU dan Pemerintah Tunggu Hasil Rukyatul Hilal

Zona Kalimantan – Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 M kembali memunculkan perbedaan di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa, sementara Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat. Di dunia Islam, sejumlah negara juga memiliki metode berbeda dalam menentukan awal bulan suci.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 18 Februari 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M. Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab hakiki yang dikembangkan Majelis Tarjih dan Tajdid, dengan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Berdasarkan perhitungan astronomis Muhammadiyah, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Saat matahari terbenam di Indonesia, kriteria visibilitas hilal PKG 1 memang belum terpenuhi. Namun, analisis PKG 2 menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Amerika telah memenuhi syarat visibilitas hilal setelah pukul 24.00 UTC.

Sesuai prinsip KHGT, kondisi tersebut dianggap cukup untuk menetapkan awal Ramadan secara global, sehingga Muhammadiyah menetapkan puasa dimulai lebih awal.

NU dan Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, NU hingga kini belum menetapkan awal Ramadan 1447 H. Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu masih menunggu hasil rukyatul hilal di akhir bulan Syaban 1447 H dengan metode imkanur rukyat.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) juga belum mengumumkan tanggal resmi awal puasa. Penetapan akan dilakukan melalui sidang isbat, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004.

Meski demikian, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026, Kemenag memproyeksikan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Adapun Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 atau Minggu, 22 Maret 2026, tergantung hasil pengamatan hilal.

Prediksi Awal Ramadan di Dunia Islam

Di tingkat internasional, sejumlah negara Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Turki juga memprediksi awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan perhitungan astronomi.

Presiden Perhimpunan Astronomi Emirat, Ibrahim al-Jarwan, menyebutkan bahwa hilal pada Selasa, 17 Februari 2026 hanya akan muncul dalam waktu singkat, sehingga kemungkinan terlihat dengan mata telanjang sangat kecil.

Di Arab Saudi, Mahkamah Agung akan menggelar sidang verifikasi laporan rukyat dari berbagai observatorium, terutama Hawtat Sudair di utara Riyadh. Sementara Turki sepenuhnya mengandalkan hisab astronomi dan telah menetapkan 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadan, dengan durasi puasa 29 hari dan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Durasi Puasa Ramadan 2026

Durasi puasa Ramadan 2026 juga bervariasi di berbagai wilayah. Di negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, waktu puasa pada awal Ramadan diperkirakan sekitar 12 jam, kemudian meningkat mendekati 13 jam menjelang akhir bulan suci. (ZK/*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir