Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaKalimantan TengahPemkab Murung RayaDialog Kependidikan HUT PGRI ke-80 di Murung Raya Bahas Tata Kelola dan...

Dialog Kependidikan HUT PGRI ke-80 di Murung Raya Bahas Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

Murung Raya, Zona Kalimantan – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama PGRI Mura menggelar Dialog Kependidikan bertema “Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Kabupaten Murung Raya”.

Acara tersebut berlangsung di Aula Cahai Ondui Tingang, Gedung B Kantor Bupati Murung Raya, Sabtu (29/11/2025), dan diikuti ratusan guru dari berbagai kecamatan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan daerah dan tokoh pendidikan, yaitu Wakil Bupati Mura Rahmanto Muhidin, Ketua DPRD Mura Rumiadi, Wakil Ketua I DPRD Mura Dina Maulidah, Ketua PGRI Mura Jumilah, dan praktisi pendidikan Yulianus. Kehadiran mereka membuat dialog berlangsung lebih mendalam, terbuka, dan interaktif.

Dialog kependidikan ini menjadi agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT PGRI dan HGN di Murung Raya. Selain itu, sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan perayaan tersebut.

Event Fun Run tersebut akan dilaksanakan di kawasan Alun-alun Kota Puruk Cahu dengan tujuan meningkatkan minat berolahraga masyarakat, sekaligus merayakan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Murung Raya Heriyus, melalui Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa guru adalah pilar utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Apresiasi kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri demi mencerdaskan generasi muda, baik di wilayah perkotaan maupun di pelosok Kabupaten Murung Raya,” ujar Wabup Rahmanto.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat tata kelola pendidikan serta menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada guru.

Salah satu topik prioritas dalam dialog adalah isu perlindungan guru, terutama terkait keamanan kerja, perlindungan hukum, serta pencegahan intimidasi, kekerasan, dan perundungan. Para peserta menekankan pentingnya membangun sistem yang menjamin lingkungan belajar aman dan kondusif, baik bagi guru maupun siswa. (ZK-red)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir