Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUGaruda Spark Bandung Tunjukkan Hasil Nyata, 10 Startup Lokal Tumbuh dalam 3...

Garuda Spark Bandung Tunjukkan Hasil Nyata, 10 Startup Lokal Tumbuh dalam 3 Bulan

Bandung, Zona Kalimantan – Program Garuda Spark Bandung mulai menunjukkan hasil positif dalam tiga bulan pertama pelaksanaannya. Sebanyak 10 startup lokal berhasil dikurasi dan dikembangkan melalui kolaborasi antara komunitas startup, perguruan tinggi, mitra global, dan pemerintah.

Program inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini diluncurkan pada September 2025 sebagai ruang belajar terbuka untuk pengembangan bisnis digital dan ekosistem startup, yang dapat diakses gratis oleh masyarakat.

President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, menilai Garuda Spark membuka peluang luas bagi generasi muda Bandung dan sekitarnya untuk masuk ke industri digital.

“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujarnya usai acara Jabar Digital Ecosystem Report di Bandung, Senin (5/1/2026).

Kolaborasi yang terbangun juga berdampak besar pada penguatan talenta muda. Alkademi bersama mitra global mencatat 15.749 aplikasi berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat dalam satu rangkaian kegiatan, yang bahkan meraih pengakuan Guinness World Record.

Vice President Startup Bandung, Nur Islami Javad, menyebut Garuda Spark menjadi ruang temu penting antara startup berpengalaman dan generasi baru wirausaha digital.

“Tahun 2025 penuh tantangan bagi startup. Garuda Spark membuka ruang regenerasi. Di komunitas kami ada 150 startup senior dan dampaknya menjangkau lebih dari 2.500 anak muda,” jelasnya.

Ia menambahkan, budaya kolaborasi startup Bandung semakin matang. Hal ini terlihat dari 12.000 peserta daring yang mengikuti event komunitas akhir tahun, serta mulai disusunnya sustainability report oleh sejumlah startup sebagai strategi bertahan dan tumbuh.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Garuda Spark dirancang sebagai jawaban atas kompleksitas tantangan industri startup nasional.

“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ungkap Meutya.

Menurutnya, kekuatan utama Garuda Spark terletak pada pendekatan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan startup, investor, komunitas, dan pemerintah dalam satu ruang bersama.

Bandung pun disebut sebagai rujukan nasional pengembangan startup berbasis kolaborasi. Pemerintah berharap model Garuda Spark dapat direplikasi di daerah lain untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. (ZK-Kemkomdigi)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir