Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUJelang Ramadan 2026, Kemendagri Minta Pemda Antisipasi Inflasi Sejak Dini

Jelang Ramadan 2026, Kemendagri Minta Pemda Antisipasi Inflasi Sejak Dini

Zona Kalimantan, Jakarta – Menjelang Ramadan 2026, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) agar melakukan langkah antisipatif sejak dini dalam pengendalian inflasi, khususnya harga pangan.

Tomsi menegaskan, lonjakan harga sembako yang kerap terjadi saat Ramadan hanya bisa dicegah melalui perencanaan berbasis data historis, bukan penanganan mendadak.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.

Ia mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera menggelar rapat internal, mempelajari data inflasi tiga tahun terakhir, serta menyusun langkah konkret menghadapi Ramadan. Tomsi berharap Ramadan 2026 menjadi momentum keberhasilan menjaga stabilitas harga.

“Kita buat sejarah, Ramadan 2026 sembako terkendali dan harga tidak naik,” ujarnya.

Sejumlah komoditas strategis yang perlu mendapat perhatian antara lain bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, cabai, minyak goreng, dan beras. Ia meminta Pemda memperkuat koordinasi dengan kementerian teknis dan pelaku usaha untuk menjaga pasokan dan distribusi.

Tomsi juga menyebut inflasi nasional Desember 2025 tercatat 2,92 persen (year on year), masih dalam target nasional 2,5 persen ±1 persen. Meski terjadi inflasi bulanan 0,64 persen akibat bencana di beberapa wilayah, angka tersebut dinilai tetap terkendali.

Ia pun meminta agar rapor inflasi daerah tahun 2025 segera disusun sebagai bahan evaluasi, khususnya bagi daerah dengan inflasi tinggi. “Rapat ini bukan formalitas, tapi untuk menunjukkan kinerja daerah,” tegasnya. (ZK-Net)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir