Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaKalimantan TengahPemkab Murung RayaMimbar Publik Mura Jadi Ruang Terbuka untuk Usulan dan Kritik Membangun

Mimbar Publik Mura Jadi Ruang Terbuka untuk Usulan dan Kritik Membangun

Murung Raya, Zona Kalimantan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Mimbar Publik yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Murung Raya. Kegiatan ini berlangsung di GPU Tira Tangka Balang, Kamis (27/11/2025), dan menghadirkan berbagai elemen masyarakat.

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang hadir mewakili Bupati Mura, menilai Mimbar Publik sebagai kegiatan strategis dalam mendukung peningkatan pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, Pemerintah Daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar program-program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat luas.

“Partisipasi publik melalui kritik dan usulan sangat diperlukan, baik terhadap program yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan. Ini bagian dari upaya kita untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif dan berdampak nyata,” ujar Wabup Rahmanto.

Melalui Wabup Rahmanto, Bupati Murung Raya Heriyus menyampaikan bahwa Pemkab Mura terus berupaya mempercepat realisasi berbagai program strategis. Ia mengungkapkan rasa syukur karena hingga akhir tahun 2025, banyak program besar yang sudah berjalan efektif.

“Murung Raya termasuk salah satu kabupaten tercepat dalam merealisasikan program di 2025 dibandingkan banyak daerah lain di Kalteng. Contohnya program bantuan pendidikan bagi mahasiswa senilai Rp 15 juta per tahun, bantuan untuk santri, dan program-program strategis lainnya,” terangnya.

Langkah cepat ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Murung Raya.

Ketua SMSI Kabupaten Murung Raya, Reno, menjelaskan bahwa Mimbar Publik dengan tema “Menakar Arah Kebijakan Menuju Murung Raya Semakin Maju, Semakin Sejahtera” merupakan bentuk kontrol sosial organisasi media terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi jembatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik membangun serta usulan kepada kepala daerah. Mimbar Publik adalah ruang dialog yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan pemerintah,” ujar Reno.

Untuk memperluas partisipasi, panitia mengundang berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa, akademisi hingga tokoh masyarakat. (ZK-red)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir