Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUPemprov Kalteng Bayar Iuran BPJS 650 Ribu Warga Tidak Mampu, Agustiar Sabran:...

Pemprov Kalteng Bayar Iuran BPJS 650 Ribu Warga Tidak Mampu, Agustiar Sabran: Kesehatan Kebutuhan Pokok

Zona Kalimantan, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah  telah menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 650 ribu jiwa masyarakat tidak mampu di daerah setempat.

Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan perlindungan layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

“Sebanyak 650 ribu jiwa iurannya dibayarkan oleh pemerintah provinsi. Dengan angka itu, kita asumsikan seluruh masyarakat tidak mampu sudah terakomodasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul, Sabtu, (28/2/2026).

Suyuti menyebutkan skema yang digunakan tetap melalui BPJS Kesehatan. Dalam skema tersebut, iuran peserta dibayarkan oleh pemerintah provinsi sehingga masyarakat tetap memperoleh jaminan kesehatan.

“Skemanya tetap BPJS, hanya saja iurannya yang dibayarkan oleh pemerintah provinsi,” jelasnya 

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan penekanan khusus pada sektor kesehatan yang berupa arahan kepada pemerintah kabupaten/kota di Kalteng untuk tidak memangkas BPJS masyarakat. 

“Kesehatan ini merupakan hal penting, jangan daerah memangkas BPJS untuk masyarakat, jgn BPJS yg kena efisiensi yang lain saja, kesehatan merupakan kebutuhan pokok” tegasnya.

Untuk diketahui dalam kasus kegawatdarutan dan pasien tidak memiliki jaminan kesehatan termasuk BPJS, pemerintah provinsi Kalteng menyediakan anggaran kelas III gratis di RS Provinsi (RSUD dr. Doris Sylvanus, RSUD Hanau dan RSJ Kalawa Atei) yang bisa di akses  oleh masyarakat  tidak mampu. (Mar)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir