Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUPsikolog Tekankan “Cinta yang Tangguh” untuk Harmoni Keluarga di Acara Bhayangkari Polres...

Psikolog Tekankan “Cinta yang Tangguh” untuk Harmoni Keluarga di Acara Bhayangkari Polres Seruyan

Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Suasana penuh kehangatan mewarnai kegiatan tatap muka Pembina Bhayangkari dan Ketua Bhayangkari Cabang Seruyan bersama Bhayangkari se-Seruyan yang digelar oleh Aula  Polres Seruyan, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pesan kuat dari psikolog klinis tentang pentingnya membangun keharmonisan keluarga di tengah dinamika tugas kepolisian.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, Ketua Bhayangkari Cabang Seruyan Ny Putri Beddy, pejabat utama Polres Seruyan, serta seluruh pengurus Bhayangkari Cabang Seruyan.

Psikolog Angkat Tema “Cinta yang Tangguh”

Dalam kegiatan tersebut, psikolog klinis A. Rizali Ramadhani dari Konsep Jiwa menyampaikan materi bertema “Cinta yang Tangguh: Merawat Keharmonisan di Tengah Dinamika Tugas.”

Ia menjelaskan bahwa keluarga anggota kepolisian sering menghadapi tekanan khusus, seperti tugas mendadak, dinas luar kota, hingga lembur kerja. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kelelahan emosional dan fisik, bahkan tekanan sosial.

“Situasi itu bisa memicu miss komunikasi, silent treatment, ledakan emosi, perasaan tidak dihargai, konflik berulang, bahkan berdampak pada kondisi emosional anak,” jelasnya.

Menurut Rizal, membangun keluarga harmonis ibarat membangun pondasi rumah yang tidak terlihat, tetapi menentukan kekuatan bangunan.

“Jika cinta adalah dindingnya, maka kepercayaan adalah pondasinya. Rumah tangga tanpa komunikasi ibarat rumah tanpa pondasi—indah di awal, rapuh saat ujian datang,” ujarnya.

Empat Pilar Keharmonisan Keluarga

A. Rizali Ramadhani menekankan pentingnya menjaga empat aspek utama dalam keluarga, yaitu Spiritual, Financial, Sexual, dan Cinta Ideal. Salah satu yang paling penting adalah cinta ideal, yang diwujudkan melalui komunikasi dua arah, saling menghargai, menghormati, menyediakan waktu bersama (me time), serta toleransi.

“Keluarga harmonis bukan keluarga tanpa konflik, tetapi keluarga yang mampu mengelola konflik dengan sehat. Cinta yang tangguh membutuhkan usaha, komitmen, dan perawatan setiap hari,” tutupnya.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini, diharapkan menjadi penguatan mental dan emosional bagi keluarga besar Bhayangkari Seruyan, agar tetap harmonis dan solid mendukung tugas anggota Polri yang penuh tantangan.

Dengan tema yang diangkat psikolog, Bhayangkari diharapkan mampu menjadi pilar kekuatan keluarga sekaligus mitra penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan rumah tangga di tengah dinamika tugas kepolisian. (WLN)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir