Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaWARTA KEPOLISIANPolres SeruyanSinergi Polri dan Desa, Panen Jagung Kuartal I 2026 di Halimaung Jaya...

Sinergi Polri dan Desa, Panen Jagung Kuartal I 2026 di Halimaung Jaya Perkuat Ketahanan Pangan

Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Seruyan. Salah satunya melalui Panen Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Halimaung Jaya, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, sebagai wujud nyata sinergi antara Polri dan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kegiatan panen jagung ini merupakan hasil kolaborasi Polsek Seruyan Hilir dengan Pemerintah Desa Halimaung Jaya, yang memanfaatkan lahan pertanian milik desa.

Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada pembangunan sistem pangan berkelanjutan berbasis desa.

Panen tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Seruyan Hilir IPTU Pramono, Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, penyuluh pertanian, serta Ketua RT/RW Desa Halimaung Jaya, Rabu, 4 Februari 2026.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, melalui Kapolsek Seruyan Hilir IPTU Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

“Panen jagung ini adalah wujud komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan, memperkuat kemandirian desa, serta mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi,” ujar IPTU Pramono.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Dengan terlaksananya Panen Jagung Kuartal I Tahun 2026, diharapkan Desa Halimaung Jaya mampu menjadi contoh desa mandiri pangan di Kabupaten Seruyan.

Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi warga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal, membuka peluang usaha berbasis pertanian, serta menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat mampu melahirkan model pembangunan berbasis pangan yang kuat, inklusif, dan berorientasi jangka panjang demi ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama. (ZK-red)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir