Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan menggelar Festival Budaya Gawi Hatantiring Tahun 2026 dengan menghadirkan 10 cabang lomba seni dan budaya.
Kepala Disporaparbud Seruyan, Megawati, mengatakan Festival Budaya Gawi Hatantiring merupakan agenda seni dan budaya tahunan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Seruyan.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi ajang untuk menjaring seniman dan budayawan berprestasi yang nantinya dipersiapkan mewakili Kabupaten Seruyan pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah.
“Ini sekaligus sebagai ajang untuk mencari seniman dan budayawan berprestasi yang akan dikirim mewakili Seruyan pada Festival Budaya Isen Mulang tahun 2027,” ujar Megawati, Kamis, 13 Agustus 2026.
Adapun 10 cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Mangaruhi, Manjawet Uwei, Besei Kambe, Sepak Sawut, Tari Pesisir, Tari Pedalaman, Manyipet, Balogo, Bagasing, dan Karungut.
Megawati merincikan, lomba Mangaruhi diikuti 29 pasang peserta putra dan 17 pasang putri. Manjawet Uwei diikuti lima peserta. Sementara Besei Kambe diikuti 12 pasang putra dan sembilan pasang putri.
Selanjutnya, Sepak Sawut diikuti 10 grup, Tari Pesisir lima grup, Tari Pedalaman enam grup, Manyipet terdiri dari 16 peserta putra dan sembilan putri, serta Balogo diikuti 25 peserta putra dan 14 putri.
Untuk Bagasing terdapat 31 peserta putra dan 19 putri, sedangkan Karungut diikuti delapan grup putra dan 12 grup putri.
Salah satu yang menarik dalam Festival Budaya Gawi Hatantiring 2026 adalah lomba Manjawet Uwei atau menganyam rotan yang untuk pertama kalinya dipertandingkan.
Megawati mengatakan lomba tersebut sengaja diperkenalkan untuk memperkenalkan kembali tradisi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Untuk tahun ini baru sedikit pesertanya. Kita harapkan tahun-tahun mendatang Manjawet Uwei semakin diminati anak-anak muda kita,” katanya.
Ia mengakui peserta Manjawet Uwei tahun ini masih didominasi kalangan yang lebih tua. Karena itu, Disporaparbud Seruyan akan terus melakukan sosialisasi agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai kegiatan budaya tersebut.
Sementara itu, untuk tempat pelaksanaan Festival Budaya Gawi Hatantiring tidak hanya dipusatkan di kawasan Islamic Center Kuala Pembuang. Sejumlah perlombaan juga digelar di Tenis Indoor dan halaman Kantor Disporaparbud Seruyan. (Wln)

