Minggu, Maret 8, 2026
Google search engine
BerandaKalimantan TengahPemkab SeruyanBupati Seruyan Buka Rakor Pengendalian Karhutla Tahun 2025

Bupati Seruyan Buka Rakor Pengendalian Karhutla Tahun 2025

Kuala Pembuang, Zona Kalimantan – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025, yang berlangsung di Aula BKAD pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, unsur TNI–Polri, perusahaan, lembaga swasta, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait upaya pengendalian Karhutla di Kabupaten Seruyan.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga Rakor Karhutla dapat terlaksana dengan baik. Beliau menegaskan bahwa pengendalian Karhutla merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, yang mewajibkan kepala daerah mengambil langkah nyata dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla di wilayah masing-masing.

Berdasarkan laporan BPBD Seruyan, sepanjang tahun 2025 tercatat 643 titik hotspot dengan 11 kejadian Karhutla, serta total luas area yang terbakar mencapai 15 hektar. Meski jumlah kejadian kebakaran turun drastis 93% dibanding tahun 2024, namun jumlah hotspot mengalami kenaikan 23%. Bupati menekankan bahwa kondisi ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri, mengingat pengalaman Karhutla besar pada 2015, 2019, dan 2023 yang memberikan kerugian signifikan pada sektor pertanian, pendidikan, dunia usaha hingga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa sejumlah lembaga yang bergerak di bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi desa turut berpartisipasi dalam program pencegahan Karhutla. Beberapa lembaga tersebut telah menginisiasi program pemanfaatan hutan desa, patroli rutin, serta pembentukan kelompok penjaga api di tingkat masyarakat.

Menurut Bupati, terdapat desa-desa yang menjadi lokasi pendampingan, di mana masyarakat dilibatkan langsung dalam menjaga kawasan hutan, melakukan patroli, serta melaporkan jika terdapat titik api di wilayah sekitar. “Dulu hanya enam desa yang terlibat, kini sudah berkembang dan hampir 80–90% desa telah memiliki peran dalam pengendalian Karhutla,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa program berbasis pemberdayaan masyarakat, termasuk pertanian rekreatif, penguatan kelompok masyarakat adat, dan peningkatan ekonomi lokal, telah berjalan melalui dukungan berbagai lembaga mitra. Program tersebut membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Beberapa desa bahkan mulai memanfaatkan kawasan hutan sebagai ruang edukasi, konservasi, dan pengembangan ekonomi kreatif desa. Masyarakat juga difasilitasi dengan peralatan pemadam awal, pelatihan pencegahan Karhutla, serta didorong untuk menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana.

Selain masyarakat, Bupati kembali menegaskan pentingnya dukungan perusahaan, terutama PBS dan perusahaan konservasi. Ia meminta agar perusahaan lebih proaktif dan bersinergi dengan pemerintah daerah, baik dalam bentuk penyediaan personel, sarana prasarana, maupun dukungan pendanaan bagi masyarakat sekitar wilayah konsesi.

“Sinergi ini penting agar Seruyan benar-benar mampu menjaga kondisi lingkungan, meningkatkan kualitas tata kelola lahan, dan mewujudkan daerah yang bebas asap,” tegasnya. Bupati juga menyebut bahwa kesiapan daerah dalam mengendalikan Karhutla turut mempengaruhi kepercayaan investor terhadap Kabupaten Seruyan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah yang telah memberikan dukungan berupa pembiayaan 10 pos lapangan di desa-desa rawan Karhutla. Beliau berharap tahun depan dukungan ini dapat meningkat menjadi 25–30 desa, agar pengendalian Karhutla semakin efektif.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap Rakor ini menjadi momentum awal dalam menyusun langkah strategis pengendalian Karhutla tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya. “Saya berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi, berperan aktif, dan bergerak bersama demi mewujudkan Kabupaten Seruyan yang aman, hijau, dan bebas dari bencana asap,” tutupnya. (PKP)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Iklan Default

Paling Populer

Komentar Terakhir