Selasa, September 1, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUHasil Uji Lab Menu MBG Terpapar Bakteri, BGN Suspend SPPG Seruyan Hilir...

Hasil Uji Lab Menu MBG Terpapar Bakteri, BGN Suspend SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I

Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Seruyan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak insiden gangguan kesehatan yang terjadi di Kabupaten Seruyan.

Korwil BGN Kabupaten Seruyan, M. Raffin Dwi Akbar, mengatakan pihaknya telah melaporkan secara lengkap kejadian tersebut kepada pimpinan BGN di tingkat pusat.

 Sebagai tindak lanjut, BGN menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, yang mendistribusikan menu MBG kepada para penerima manfaat.

“Perihal kejadian menonjol kemarin sudah kami laporkan dan sudah kami follow up ke pimpinan pusat serta sudah mendapat tanggapan. SPPG yang mendistribusikan, yakni SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, telah mendapatkan punishment dari BGN berupa pemberhentian sementara operasional,” ujar Raffin, Senin. 3 Agustus 2026.

Menurutnya, penghentian operasional tersebut bersifat sementara. SPPG baru dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan oleh BGN.

Beberapa di antaranya meliputi pembaruan administrasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi chef, perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga perbaikan infrastruktur dapur.

Raffin menegaskan, selama proses tersebut BGN akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara intensif agar seluruh standar operasional dapat dipenuhi sebelum layanan MBG kembali dijalankan.

“Seluruh proses ini, termasuk perbaikan infrastruktur di SPPG, akan selalu kami lakukan pembinaan dan pengawasan,” katanya.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel menu MBG yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah telah resmi dirilis pada 1 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil uji tersebut, ditemukan adanya kandungan bakteri pada salah satu menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Pada tanggal 1 Agustus 2026 hasil pemeriksaan laboratorium terhadap menu MBG sudah dirilis dan hasilnya memang positif mengandung bakteri pada salah satu menu,” ungkap Raffin.

Menindaklanjuti hasil tersebut, BGN akan melakukan pembinaan kepada seluruh unsur pengelola SPPG, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga kepala SPPG.

 Pembinaan difokuskan pada peningkatan pengawasan mutu makanan serta penerapan standar menu sesuai ketentuan BGN, termasuk menghindari jenis menu yang tidak direkomendasikan untuk disajikan kepada penerima manfaat.

Raffin menjelaskan bahwa BGN memiliki pedoman khusus mengenai karakteristik menu yang boleh dan tidak boleh disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis guna meminimalkan risiko keamanan pangan.

Ke depan, Korwil BGN Kabupaten Seruyan memastikan akan terus memantau seluruh proses perbaikan di SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I yang saat ini masih berstatus suspend.

 Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh persyaratan keamanan pangan terpenuhi sehingga program MBG dapat kembali berjalan dengan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat. (Wln)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Banner Vertikal

Paling Populer

Komentar Terakhir