Jumat, November 6, 2026
Google search engine
BerandaKalimantan TengahPemkab KapuasTeras Narang Tekankan Pemetaan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla Kapuas

Teras Narang Tekankan Pemetaan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla Kapuas

Zona Kalimantan, Kapuas – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menekankan pentingnya pemetaan dan ketepatan lokasi pembangunan sumur bor untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, pembangunan sumur bor harus dilakukan berdasarkan kajian mendalam agar sumber air tersedia di wilayah yang benar-benar membutuhkan, terutama kawasan rawan kebakaran dan lahan gambut.

Hal tersebut disampaikan Teras Narang saat mengunjungi Posko Induk Karhutla Kabupaten Kapuas, Senin (19/10/2026).

Kunjungan itu sekaligus membahas rencana pengadaan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran.

Teras Narang mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kapuas yang merencanakan pembangunan sumur bor. Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya titik yang dibangun, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan manfaatnya di lapangan.

“Yang kita kejar bukan sekadar jumlah titiknya, tetapi apakah titik tersebut benar-benar berada di wilayah yang membutuhkan sumber air untuk penanganan kebakaran. Karena itu, pemetaan dan penentuan lokasi harus menjadi perhatian agar sarana yang dibangun tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.

Ia menilai, pemetaan yang akurat menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur pendukung karhutla berjalan efektif. Dengan demikian, anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menyambut baik arahan dan masukan Teras Narang, terutama terkait efisiensi anggaran serta perlunya kajian mendalam sebelum menentukan lokasi pembangunan sumur bor.

Dodo berharap hujan segera turun agar kondisi wilayah terdampak membaik dan ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat berkurang. Ia juga meminta dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas terus diperkuat.

“Kita berharap titik-titik yang dibangun benar-benar melalui kajian dan telaah yang rinci serta mendalam, sehingga dapat berfungsi secara optimal dan anggaran yang terbatas bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Dodo.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, mengungkapkan bahwa kebutuhan sumur bor untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 347 titik.

Meski kebutuhannya cukup besar, realisasi pembangunan harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah, kondisi geografis, kedalaman sumber air, serta ketersediaan tenaga pelaksana.

“Kita harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di kabupaten. Kebutuhan sumur bor cukup banyak, tetapi biaya pembangunannya juga besar dan kondisi setiap lokasi berbeda,” jelas Usis.

Ia menegaskan, berbagai pertimbangan tersebut perlu diperhatikan agar pembangunan sumur bor dapat berjalan sesuai kemampuan daerah sekaligus mendukung kebutuhan penanganan kebakaran di lapangan.

Dengan pemetaan lokasi yang tepat dan perencanaan yang matang, pembangunan sumur bor diharapkan mampu memperkuat ketersediaan sumber air, mempercepat penanganan karhutla, serta meminimalkan risiko kebakaran meluas di Kabupaten Kapuas.(*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Banner HUT TNI 2026 001 Banner HUT TNI 2026 002 Banner HUT TNI 2026 003 Banner HUT TNI 2026 004 Banner HUT TNI 2026 005 Banner HUT TNI 2026 006

Paling Populer

Komentar Terakhir