Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Kecelakaan Helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan mendapat perhatian serius pemerintah provinsi dan jajaran aparat keamanan.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung meninjau proses pencarian dan evakuasi kru helikopter yang mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Rabu (4/11/2026).
Ketiganya menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi lokasi kejadian sekaligus memastikan proses penanganan korban oleh tim gabungan berjalan.
Kedatangan rombongan di Bandara Kuala Pembuang disambut Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Seruyan. Setelah itu, Gubernur bersama rombongan bertolak ke RSUD Kuala Pembuang untuk menjenguk para kru yang berhasil dievakuasi dan tengah mendapatkan perawatan medis.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin membenarkan insiden yang menimpa helikopter jenis Mi-17 tersebut. Helikopter mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB. Kru berjumlah delapan orang, lima orang dalam perawatan di RSUD Kuala Pembuang, kemudian dua orang dipastikan meninggal dan satu orang masih dalam pencarian,” ungkap Zainul Arifin.
Ia menjelaskan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu kru yang belum ditemukan. Proses evakuasi juga menghadapi tantangan karena terdapat kemungkinan korban masih berada di dalam badan helikopter yang mengalami kecelakaan.
“Malam ini tim penyelam masih terus melakukan upaya pencarian di lokasi. Semoga korban ditemukan dan bisa dievakuasi malam ini juga,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memastikan jajaran Polda Kalteng turut memberikan dukungan dalam proses pencarian, evakuasi, maupun pertolongan terhadap korban di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian merupakan bagian dari sinergi bersama TNI dan pemerintah daerah yang selama ini telah terbangun dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Kami dari Polda Kalteng akan membantu dalam upaya evakuasi maupun pertolongan di lapangan, karena dalam penanganan karhutla pun kami selalu bersama-sama,” katanya.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa para kru Helikopter Mi-17 saat menjalankan tugas penanggulangan karhutla.
Ia mendoakan para kru yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, serta korban selamat segera pulih.
“Kami sangat berduka atas insiden ini. Semoga almarhum diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, serta kru yang selamat semoga bisa segera pulih,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi duka bagi upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah. Para kru helikopter tersebut tengah menjalankan misi pemadaman melalui jalur udara ketika kecelakaan terjadi.
Hingga Rabu malam, tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu kru yang belum ditemukan, sekaligus mengupayakan evakuasi seluruh korban dari lokasi kecelakaan di wilayah Kabupaten Seruyan. (Red)

