Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan UMKM serta Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM UMKM dan Kewirausahaan Melalui Pendidikan dan Pelatihan bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Seruyan.
Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa Bank Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi terbaik agar UMKM mampu meningkatkan daya saing dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian.
Menurutnya, pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia dilakukan melalui pendekatan tiga pilar kebijakan yang saling melengkapi.
Pilar pertama adalah korporatisasi, yakni penguatan kelembagaan serta perluasan kemitraan UMKM agar memiliki daya saing yang lebih baik dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pilar kedua adalah peningkatan kapasitas UMKM, yang diwujudkan melalui berbagai program seperti pelatihan, penelitian, penyediaan informasi, hingga pemberian berbagai fasilitas pendukung.
Sementara pilar ketiga adalah pembiayaan, yakni mendorong semakin luasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sehingga mampu mengembangkan usaha.
“Kami dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, siap bergandengan tangan bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pihak lainnya untuk mendorong pelaku UMKM agar bisa naik kelas,” ujar Yuliansah di Kuala Pembuang, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menekankan, keberhasilan UMKM untuk berkembang tidak hanya bergantung pada bantuan atau pelatihan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh tiga kata kunci utama, yakni konsistensi, inovasi, dan sinergi.
Menurutnya, konsistensi menjadi faktor penting dalam proses pendampingan pelaku usaha agar terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Yang pertama adalah konsistensi. Bagaimana kita terus mendampingi para pelaku usaha sehingga usaha mereka berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, pelaku UMKM juga dituntut terus melakukan inovasi agar mampu mengikuti perkembangan pasar yang semakin dinamis.
Ia mendorong para pelaku usaha untuk menciptakan produk-produk baru, meningkatkan kualitas, serta memahami kebutuhan dan tren konsumen sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pelaku usaha harus terus berinovasi, mengembangkan produk-produk baru, mencermati perkembangan pasar, apa yang disukai masyarakat, sehingga produk yang dihasilkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Kata kunci ketiga adalah sinergi. Menurut Yuliansah, keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.
Ia menyebut kegiatan yang digelar di Kabupaten Seruyan merupakan contoh nyata sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Seruyan, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kadin serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Adanya kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi yang erat antara kami Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Pemerintah Kabupaten Seruyan, ISEI, OJK, Kadin dan seluruh stakeholder dalam membangun UMKM yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuliansah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mengoptimalkan perannya dalam mendukung kemajuan UMKM.
Menurutnya, pengalaman pada saat terjadinya krisis ekonomi membuktikan bahwa UMKM merupakan sektor yang paling tangguh dan menjadi penopang utama perekonomian nasional.
“UMKM adalah soko guru perekonomian yang terbukti mampu bertahan saat terjadi krisis. Karena itu, kami akan terus memberikan dukungan penuh agar semakin banyak UMKM yang naik kelas,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Seruyan yang mampu berkembang, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing.
Dengan demikian, kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin besar sekaligus mendukung stabilitas perekonomian nasional, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah. (Wln)

