Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan terus diperkuat. Dandim 1015 Sampit Letnan Kolonel Infanteri Dwi Candra Setyawan, S.I.P., bersama Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agus Supriadi turun langsung ke lokasi karhutla di Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Minggu sore (23/8/2026).
Keduanya tidak hanya memantau kondisi di lapangan, tetapi juga terjun langsung bersama personel Satgas Karhutla Kabupaten Seruyan untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal. Tim melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna mencegah api kembali muncul.
Penanganan karhutla di lokasi tersebut menghadapi tantangan tersendiri karena sebagian lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.
Kondisi ini membuat petugas harus melakukan pemadaman secara berulang, kemudian dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh.
Langkah tersebut penting dilakukan karena bara api dapat bertahan di dalam lapisan gambut meski api di permukaan telah terlihat padam. Karena itu, proses pendinginan menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Dwi Candra mengapresiasi kerja keras dan respons cepat seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Seruyan. Menurutnya, kecepatan dalam merespons setiap laporan titik api menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas.
“Berdasarkan data di Posko Terpadu, hari ini di wilayah Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur ada empat titik karhutla yang ditangani,” kata Dandim 1015 Sampit.
Dari empat titik tersebut, salah satunya berada di Kelurahan Kuala Pembuang II. Dandim 1015 Sampit bersama Kalaksa BPBD Seruyan sengaja turun langsung untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara optimal.
“Dari empat titik yang ditangani, sore ini saya bersama Kalaksa BPBD Seruyan terjun langsung ke titik karhutla di wilayah Kelurahan Kuala Pembuang II,” ujarnya.
Dwi Candra menegaskan, penanganan karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Personel Satgas tetap melakukan pendinginan dan pembasahan untuk memastikan bara api benar-benar mati dan tidak kembali menimbulkan kebakaran.
“Satgas Karhutla bekerja selama 24 jam penuh. Setiap ada laporan titik api mereka sangat responsif dan kami langsung meninjau di lapangan serta melakukan pengawasan dan pengendalian. Semuanya berjalan dengan baik,” tegasnya.
1.120 Hotspot Terdeteksi, 330 Kejadian Karhutla
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agus Supriadi mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat 1.120 titik hotspot di wilayah Kabupaten Seruyan. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 330 kejadian karhutla.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya potensi ancaman karhutla di Seruyan, terutama saat memasuki puncak musim kemarau. Karena itu, BPBD bersama Satgas Karhutla terus meningkatkan pemantauan dan respons terhadap setiap laporan titik panas.
Khusus pada Minggu (23/8/2026), terpantau sebanyak sembilan titik hotspot di wilayah Kabupaten Seruyan. Agus memastikan seluruh titik tersebut dapat ditangani dengan baik oleh personel Satgas Karhutla.
“Untuk hari ini terpantau ada sembilan titik hotspot dan jumlah tersebut dapat tertangani dengan baik oleh Tim Satgas,” ujar Agus.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla.
Dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan dan unsur terkait lainnya, penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu.
Masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.(Wln)

