Seruyan, Kalimantan Tengah – Sebanyak 34 pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 14 desa di Kalimantan Tengah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMDes yang didukung Sinar Mas Agribusiness and Food. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus dalam mengelola kelembagaan, menyusun rencana usaha, mengelola keuangan, serta mengembangkan potensi ekonomi desa menjadi usaha yang berkelanjutan.
Peserta terdiri atas direktur, sekretaris, bendahara, pembina, dan anggota BUMDes dari Desa Selunuk, Biru Maju, Pembuang Hulu I, Panimba Raya, Pembuang Hulu II, Sungai Melawen, Tanjung Paring, Tanjung Jariangau, Terawan, Pemantang, Sebabi, Derawa, Pantap, dan Rangda.
BUMDes memiliki posisi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Agar peran tersebut dapat berjalan optimal, penguatan kapasitas pengurus menjadi salah satu aspek penting, mulai dari pengelolaan organisasi, penyusunan rencana usaha dan target, hingga pengembangan potensi desa menjadi unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan BUMDes agar mampu menjalankan organisasi secara lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Materi utama yang menjadi fondasi pengelolaan BUMDes, yaitu legalitas, manajemen operasional, bentang desa, perencanaan bisnis, keuangan sederhana, serta manajemen komunikasi. Keenam materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta sehingga mampu mengembangkan BUMDes sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Nico Sineri selaku Regional Controller Kalimantan Tengah 2, Perwakilan Perkebunan Sinar Mas 6 & 6A berharap melalui pelatihan ini, para pengurus diharapkan semakin memahami pentingnya tata kelola kelembagaan yang kuat, mampu menyusun rencana bisnis yang realistis, serta mengelola administrasi dan keuangan secara lebih tertib. “Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong BUMDes menjadi lembaga ekonomi desa yang semakin mandiri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Nico.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, sejumlah pertanyaan dilontarkan peserta. “Pelatihan ini membuka pemahaman kami bahwa mengelola BUMDes bukan hanya soal menjalankan kegiatan, tetapi juga bagaimana membuat perencanaan, menentukan target dan mengembangkan usaha sesuai potensi desa. Kami berharap pengetahuan ini bisa diterapkan agar BUMDes bisa semakin mandiri dan bermanfaat,” ucap Lukman Rianto salah satu peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan Community Economic Empowerment (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pendekatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat agar potensi ekonomi lokal dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, dibentuk grup komunikasi untuk pendampingan, kkoordinasi, dan konsultasi berkelanjutan antara peserta, narasumber, dan tim pendamping. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu peserta mengimplementasikan materi pelatihan sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik antar-BUMDes.
Ke depan, unit usaha BUMDes yang memiliki potensi dan memenuhi kriteria kelayakan dapat diarahkan mengikuti pendampingan lanjutan melalui Program Pendampingan UMKM. Pendampingan tersebut mencakup pengembangan pengelolaan bisnis, operasional, pemasaran, serta kualitas produk atau layanan agar unit usaha semakin siap berkembang sesuai kebutuhan pasar.
Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa yang lebih professional dan mandiri. Penguatan BUMDes bukan hanya tentang membangun kemampuan lembaga, tapi tentang membangun fondasi agar potensi ekonomi desa dapat bergerak menjadi lebih kuat dan menjadi unit usaha yang berkembang di masyarakat. (*)

