Zona Kalimantan, Sukamara – Empat jenazah ditemukan secara bertahap di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, sejak Jumat (25/9/2026) malam hingga Sabtu (26/9/2026) pagi.
Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di pinggiran Pantai Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai. Jenazah ditemukan warga yang tengah menyisir pantai untuk mencari barang yang hanyut.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Satpolairud Polres Sukamara. Personel langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk proses evakuasi.
Saat proses evakuasi berlangsung, tim kembali menerima laporan penemuan jenazah kedua di pesisir Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci, sekitar pukul 00.28 WIB.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 02.40 WIB, jenazah ketiga kembali ditemukan di kawasan pesisir desa yang sama.
Penemuan berikutnya terjadi sekitar pukul 07.14 WIB. Jenazah keempat ditemukan di wilayah pesisir Desa Sungai Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci.
Keempat jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Sukamara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Proses evakuasi melibatkan Satpolairud Polres Sukamara bersama Basarnas Banjarmasin, Basarnas Pangkalan Bun, Pos AL Jelai, Polsek Jelai, Polsek Pantai Lunci, serta Satreskrim Polres Sukamara.
Setelah proses penanganan di RSUD Sukamara, Satlantas Polres Sukamara yang dipimpin Kasat Lantas IPTU Kukuh Prasetia Guna, S.H., melakukan pengawalan terhadap empat jenazah menuju perbatasan Kabupaten Sukamara dengan Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pengawalan dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses pemindahan.
Berdasarkan informasi awal, keempat jenazah tersebut diduga berkaitan dengan insiden Kapal Virgo. Namun, identitas maupun kepastian keterkaitan para jenazah dengan insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses identifikasi resmi dari pihak berwenang.
Seluruh proses, mulai dari penemuan, evakuasi, penanganan di rumah sakit hingga pengawalan menuju wilayah perbatasan, dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan. (Red)

