Zona Kalimantan, Sampit – SMP Tunas Agro terus memantapkan langkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dengan menggelar berbagai kegiatan peduli lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kampanye lingkungan kepada masyarakat serta aksi penghijauan yang melibatkan puluhan siswa kader Adiwiyata.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 28–29 Mei 2026. Para siswa yang tergabung dalam kader Adiwiyata membentangkan spanduk berisi pesan-pesan peduli lingkungan di kawasan Tugu atau Patung Jelawat Sampit.
Mereka juga membagikan stiker edukatif kepada pengunjung dan pedagang di sekitar taman, sekaligus memasang stiker pada gerobak dagangan sebagai media sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala SMP Tunas Agro, Agus Maryanto, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tim Adiwiyata SMP Tunas Agro yang melibatkan sekitar 60 siswa kader lingkungan.
“Program ini dijalankan oleh kader Adiwiyata yang terbagi dalam lima kelompok kerja, yaitu Pokja Konservasi Air, Pokja Sanitasi dan Drainase, Pokja Konservasi Energi, Pokja 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Pokja Inovasi,” ujarnya.
Menurut Agus, kampanye yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Selain memberikan edukasi, SMP Tunas Agro juga memperkenalkan keberadaan Bank Sampah SMP Tunas Agro yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Kami ingin membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menginformasikan bahwa SMP Tunas Agro memiliki bank sampah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa Tim Adiwiyata telah memulai program tersebut melalui penyusunan PBLHS (Peduli Budaya Lingkungan Hidup Sekolah) dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta masyarakat sekitar agar mendukung pelaksanaan program lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan lingkungan menjadi fokus utama sekolah untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para siswa sejak dini.
“Kami ingin siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan, melakukan penghijauan, menghemat penggunaan air dan listrik. Dengan kesadaran itu, mereka tidak hanya menjadi pelajar yang peduli lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” katanya.
Program penghijauan sendiri telah lama dijalankan SMP Tunas Agro sejak meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi. Berbagai tanaman penghijauan terus dikembangkan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Sementara itu, untuk mengurangi produksi sampah plastik, sekolah membiasakan seluruh siswa membawa botol minum atau tumbler dari rumah. SMP Tunas Agro juga menyediakan fasilitas air galon di area sekolah sehingga siswa dapat mengisi ulang air minum tanpa harus membeli minuman kemasan sekali pakai.
Tak hanya fokus pada pengurangan sampah, sekolah juga telah memiliki alat pencacah sampah organik yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah menjadi kompos padat. Produk kompos tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi sekolah maupun kelompok kerja yang mengelolanya.
“Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan edukasi kepada siswa maupun masyarakat,” tutur Agus.
Ia berharap seluruh rangkaian program yang dijalankan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat peluang SMP Tunas Agro meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberi edukasi kepada masyarakat dan anak-anak sehingga memiliki kesadaran untuk merawat serta menjaga lingkungan. Kami optimistis pada Juli nanti SMP Tunas Agro dapat masuk sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional,” pungkasnya. (Wln)

