Zona Kalimantan, Palangka Raya – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah dengan menyiapkan program revitalisasi hampir 100 sekolah pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik di berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menjelaskan bahwa penentuan sekolah penerima program revitalisasi dilakukan berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi. Data tersebut berasal dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dipadukan dengan platform pendidikan daerah, Pena Kalteng.
Menurutnya, integrasi data tersebut memungkinkan pemerintah melakukan pemetaan kondisi sekolah secara lebih tepat berdasarkan tingkat prioritas kebutuhan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat, termasuk kebutuhan fasilitas pendukung seperti kebersihan dan sanitasi sekolah.
“Melalui Dapodik dan Pena Kalteng, kita dapat melihat kondisi riil sekolah sehingga program revitalisasi dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan,” ujarnya, Rabu (4/6/2026).
Saat ini, proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan masih terus berjalan. Hasil akhir sekolah penerima program revitalisasi diperkirakan akan diketahui pada Juli 2026 setelah seluruh tahapan penilaian selesai dilakukan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut baik program revitalisasi tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung penuh pelaksanaannya.
Menurut Agustiar, program dari pemerintah pusat tersebut akan disinergikan dengan berbagai program pendidikan daerah guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah juga berharap jumlah sekolah yang mendapatkan revitalisasi dapat terus bertambah, terutama untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH). Selain itu, perhatian serupa juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (Mar)

