Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Upaya pencarian korban kecelakaan helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya membuahkan hasil. Satu kru yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada Jumat (6/11/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Ia ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di lokasi jatuhnya helikopter, tepatnya di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa operasi pencarian pada hari ketiga tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB.
Alhasil, setelah sekitar dua setengah jam melakukan pencarian, tim penyelam berhasil menemukan korban di dalam badan helikopter.
“Alhamdulillah, tadi sekitar pukul 08.30 WIB, korban sudah ditemukan oleh tim penyelam dengan posisi masih di dalam badan helikopter,” ungkap Zainul Arifin.
Setelah ditemukan, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kuala Pembuang. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.
Ia berharap seluruh pengabdian, perjuangan, dan pengorbanan para kru helikopter Mi-17 yang gugur saat menjalankan tugas mulia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dengan ditemukannya Sertu Anumerta Heri Prasetyo, seluruh kru helikopter Mi-17 yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan di perairan Seruyan kini telah ditemukan.
Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak tiga orang, sedangkan lima kru lainnya berhasil selamat dari kecelakaan helikopter yang sedang menjalankan misi pemadaman karhutla tersebut.
Penemuan korban terakhir ini sekaligus mengakhiri upaya pencarian terhadap seluruh kru helikopter Mi-17 yang mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. (Red)

