Zona Kalimantan, Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar pemerintah di sekolah, madrasah, dan pesantren mengungkap berbagai persoalan kesehatan pelajar di Indonesia.
Sepanjang 2025, sebanyak 25 juta pelajar telah menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan, dari hasil CKG ditemukan berbagai masalah kesehatan yang berpotensi berdampak jangka panjang.
“Sebanyak 25 juta peserta CKG adalah anak sekolah dan remaja. Dari hasil pemeriksaan, cukup banyak masalah kesehatan yang kami temukan,” kata Endang di Jakarta, belum lama ini
Salah satu temuan utama adalah tingginya angka tekanan darah di atas normal pada pelajar.
“Untuk usia sekolah dan remaja, yang kita temukan ternyata satu dari lima sudah mengalami tekanan darah di atas normal. Normal itu 120 per 80,” ucap Endang.
Selain itu, tujuh dari 100 anak mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas, sementara 26 persen anak mengalami gangguan telinga.
Dilansir dari RRI.co.id, Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan.
Endang juga mengungkapkan, satu dari empat remaja di Indonesia mengalami anemia, khususnya remaja perempuan.
“Hampir setengah pelajar mengalami gigi berlubang akibat kurang menjaga kebersihan gigi serta konsumsi gula berlebih. Periksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pelaksanaan CKG di pesantren dan madrasah menunjukkan kebijakan kesehatan yang inklusif.
“Ini bukan hanya memperhatikan anak-anak yang di sekolah-sekolah umum, tapi juga ponpes dan buktinya kita berada di ponpes. Jika tidak ada diskriminasi antara madrasah dan sekolah,” kata Menag Nasaruddin. (Zk-Red)

