
Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta melindungi diri dan keluarga untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Seruyan, dr. Riza Syahputra, mengatakan asap yang terlihat belum tentu menggambarkan tingkat bahaya udara yang dihirup masyarakat. Sebab, partikel halus yang terkandung dalam asap berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
“Asap memang terlihat, tetapi yang paling berisiko justru sering tidak terlihat. Kita mungkin merasa udara hanya sedikit berkabut, tetapi partikulat halus tetap dapat terhirup,” ujarnya, Jumat (8/10/2026).
Menurutnya, paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, sesak napas, iritasi mata dan saluran pernapasan, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Risiko kesehatan tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.
“Untuk itu, memakai masker menjadi langkah yang sangat penting untuk membantu melindungi diri dari paparan asap, terutama saat berada atau beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, Dinkes Seruyan melalui puskesmas dan jaringan pelayanan kesehatan terus melakukan pembagian masker kepada warga secara rutin.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan karhutla.
Dinkes Seruyan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara yang berkabut. Warga diharapkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan yang memburuk.
Melalui upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat, Dinkes Seruyan berharap kesehatan warga tetap terjaga selama kabut asap akibat karhutla masih mengancam kualitas udara di wilayah setempat. (Wln)

