Zona Kalimantan, Sampit – Kasus penipuan berkedok ritual supranatural kembali terjadi. Seorang karyawati berinisial Bunga (26), warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi korban penipuan dan pemerasan oleh pelaku yang mengaku sebagai dukun dari Kalimantan Barat.
Korban akhirnya mengadukan kejadian tersebut melalui layanan virtual Cak Sam di Polda Kalimantan Tengah setelah merasa terancam video pribadinya akan disebarluaskan.
Bunga mengaku awalnya berkenalan dengan pelaku melalui perantara seorang perempuan di media sosial TikTok. Pelaku disebut-sebut mampu membantu mengembalikan hubungan asmara korban yang diklaim terkena “pelet” oleh wanita lain.
Dalam curhatnya, korban mengaku diminta menjalani sejumlah ritual dengan syarat mengirim uang secara bertahap. Awalnya pelaku meminta transfer Rp500 ribu untuk membeli sesajen, kemudian Rp600 ribu untuk membeli ayam hitam.
Tidak berhenti di situ, pelaku juga meminta korban mengirim video tanpa busana sebagai syarat ritual. Permintaan tersebut sempat dituruti karena korban percaya. Pelaku kembali meminta uang Rp300 ribu untuk membuang sesajen ke laut.
Namun, saat pelaku meminta video tidak senonoh lainnya, korban mulai sadar telah menjadi korban penipuan dan pemerasan.
Setelah menolak permintaan lanjutan, pelaku mengancam akan menyebarkan video korban kepada keluarga dan kerabatnya. Merasa tertekan, korban akhirnya mengadu melalui layanan virtual Cak Sam di Polda Kalimantan Tengah
Cak Sam menindaklanjutinya dengan menghubungi pelaku dan memberikan peringatan keras agar menghentikan perbuatannya dan menghapus video Bunga.
“Kamu juga bikin laporan ke Polres Kotim ya, agar kasus ini bisa diproses hukum. Jadikan ini pelajaran dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di medsos karena banyak akun-akun palsu,” nasehat Cak Sam kepada Bunga.
Sembari mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal di media sosial, terlebih yang menawarkan bantuan dengan imbalan ritual atau permintaan tidak wajar.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah tergiur janji instan dari akun yang belum jelas identitasnya. (Zk – Red)

