
Zona Kalimantan, Kuala Pembuang – Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan perkebunan dan pertanian milik masyarakat yang rawan terdampak kebakaran saat musim kemarau.
Ia mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan bersama instansi terkait memetakan wilayah rawan kebakaran serta memastikan ketersediaan sarana pemadaman di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Zuli Eko Prasetyo kepada awak media seusai memimpin Rapat Paripurna ke-8 DPRD Seruyan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Rapat Paripurna DPRD Seruyan, Selasa (20/10/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, ancaman karhutla perlu diantisipasi secara serius, terlebih ketika musim kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hingga ke lahan produktif milik warga.
“Pemerintah daerah harus menginventarisasi titik-titik atau potensi api di wilayah perkebunan masyarakat. Bantuan seperti alat pemadam dan mesin pompa air harus difokuskan dan dimaksimalkan di wilayah tersebut,” tegasnya.
Menurut Zuli Eko, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Warga dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi kemunculan titik api dan melakukan pemadaman awal sebelum kebakaran meluas ke perkebunan, lahan pertanian, maupun permukiman.
Ia meyakini, partisipasi masyarakat akan semakin optimal apabila didukung peralatan pemadam yang memadai dan mudah digunakan saat kondisi darurat.
“Masyarakat pasti akan ikut membantu pemadaman ketika api mendekati lahan atau lingkungan mereka. Akan terjadi kekompakan untuk bersama-sama menjaga agar api tidak meluas,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat langkah mitigasi melalui pemetaan wilayah rawan, penyediaan peralatan, serta dukungan kepada masyarakat yang berada di garis depan pencegahan karhutla.
Zuli Eko menyebut karhutla sebagai bencana yang berulang dan tingkat risikonya turut dipengaruhi kondisi cuaca. Meski fenomena alam seperti El Nino tidak dapat dikendalikan, dampaknya dinilai dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang memadai.
Salah satu langkah yang didorong DPRD Seruyan adalah pembangunan sumur bor dan embung penampungan air di sejumlah titik rawan kebakaran.
Menurutnya, keberadaan sumber air yang dekat dengan lokasi rawan akan membantu masyarakat dan petugas memperoleh pasokan air ketika melakukan pemadaman, terutama di kawasan perkebunan dan pertanian yang sulit dijangkau.
Ia menegaskan, penyediaan infrastruktur pencegahan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah karena masyarakat memiliki keterbatasan biaya untuk membangunnya secara mandiri.
“Kalau dibebankan ke masyarakat tentu tidak mungkin karena terkendala biaya. Oleh karena itu, kita minta pemerintah daerah menyiapkan sumur bor dan membangun embung-embung air di titik-titik rawan karhutla,” katanya.
Zuli Eko berharap Pemkab Seruyan melalui BPBD dan instansi terkait dapat menyusun langkah pencegahan secara terencana, mulai dari pemetaan kawasan berisiko, distribusi peralatan pemadam, pelibatan masyarakat hingga pembangunan sumber air. (Wln)

