Selasa, September 1, 2026
Google search engine
BerandaBERITA TERBARUKasus DBD di Kuala Pembuang Capai 45 Hingga Juni 2026, Dinkes Seruyan...

Kasus DBD di Kuala Pembuang Capai 45 Hingga Juni 2026, Dinkes Seruyan Ajak Warga Gencarkan Gerakan PSN

Zona Kalimantan, Kuala Pembuang   –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat di wilayah Kuala Pembuang dan sekitarnya untuk lebih aktif melakukan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah utama menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Seruyan, hingga Juni 2026 tercatat 45 kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kuala Pembuang I. Rinciannya, Januari sebanyak 4 kasus, Februari 2 kasus, Maret 1 kasus, April 9 kasus, Mei meningkat menjadi 17 kasus, dan Juni tercatat 12 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Ruspandian Noor, mengatakan bahwa upaya pencegahan DBD saat ini lebih difokuskan pada Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dibandingkan fogging atau pengasapan.

Menurutnya, fogging tidak lagi menjadi metode utama karena hanya mampu membunuh nyamuk dewasa dan tidak menghilangkan jentik nyamuk yang menjadi sumber berkembang biaknya DBD. Selain itu, terdapat indikasi nyamuk mulai resisten terhadap insektisida yang digunakan.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, termasuk adanya indikasi resisten nyamuk terhadap racun yang ada,” ujar Ruspandian Noor, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, fogging fokus hanya dapat dilakukan setelah petugas melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tindakan tersebut dilakukan apabila ditemukan jentik nyamuk dan muncul kasus baru dalam radius sekitar 100 meter dari kasus sebelumnya.

Ruspandian menegaskan, cara paling efektif untuk memutus rantai penularan DBD adalah dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam Gerakan PSN melalui penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan tambahan seperti menggunakan losion anti nyamuk, kelambu, hingga memelihara ikan pemakan jentik.

“Sangat efektif jika kita semua melakukan gerakan PSN untuk memutus rantai penularan DBD melalui Gerakan 3M Plus yang dilakukan secara rutin oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Dinas Kesehatan Seruyan berharap partisipasi aktif seluruh warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Seruyan.

Kesadaran masyarakat untuk rutin memberantas sarang nyamuk dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti . (Wln)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Banner Vertikal

Paling Populer

Komentar Terakhir